Selasa, 09 April 2013

Temukan Cinta Anda




Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaanpun menjadi menggembirakan.

Bila anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kerja anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi. Bila toh anda juga tak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan
menjadi tujuan tampak menyenangkan juga.

Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda : tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja. Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada di situ? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta
yang tulus.

Tambahkan Cinta Dan Kurangi Benci




Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.

Mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang saja?". Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.

Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya kebiasaan seperti ini?" Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah
pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana."

 Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana , masa kecilnya dan keluarganya.

Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.

Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli... betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu!

Kopi asin yang ada gunanya...

Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya. Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu ... tentang kopi asin."

Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk mengubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.

Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakana padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi. Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam?

Si gadis pasti menjawab, "Rasanya manis."

Kadang Anda merasa Anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat Anda tentang seseorang itu bukan seperti yang Anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi. Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.

Asal Usul Sungai Landak (Cerita Rakyat Kalimantan Barat)


Dahulu kala, hidup seorang petani bersama isterinya. Walaupun tidak kaya, mereka suka menolong orang lain.

Suatu malam, petani sedang duduk di tempat tidur. Di sampingnya, isterinya sudah terlelap. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh seekor kelabang putih yang muncul dari kepala isterinya. Kelabang putih itu berjalan meninggalkan rumah petani. Petani itu mengikutinya hingga tiba di sebuah kolam tak jauh dari rumah mereka. Kelabang itu lalu menghilang. Petani lalu berjalan pulang. Isterinya masih pulas.

Esok paginya, isteri petani menceritakan mimpinya semalam. “Aku sedang berjalan di padang rumput, dan ada sebuah danau di sana. Aku melihat seekor landak raksasa di dalam danau itu. Ia melotot kepadaku, maka aku lari.”

Petani itu lalu pergi lagi ke kolam. Di dalamnya ia melihat suatu benda yang berkilau. Ia mengambilnya, ternyata sebuah patung landak dari emas. Patung itu sangat indah, matanya dari berlian. Petani membawanya pulang.

Malam harinya, petani didatangi seekor landak raksasa dalam mimpinya. “Ijinkan aku tinggal di rumahmu. Sebagai balasannya, aku akan memberikan apa saja yang kau minta.”

Landak itu mengajarkan untuk mengusap kepala patung landak emas dan mengucapkan kalimat untuk meminta sesuatu. Jika yang diminta sudah cukup, petani harus mengucapkan kalimat untuk menghentikannya.

Petani menceritakan mimpinya kepada isterinya. Mereka ingin membuktikan mimpi itu. Petani mengusap kepala patung dan mengucapkan kalimat permintaan. Ia meminta beras. Seketika dari mulut patung keluarlah beras! Beras itu terus mengalir keluar hingga banyak sekali. Petani segera mengucapkan kalimat kedua dan beras berhenti keluar dari mulut patung landak.

Mereka berdua kemudian meminta berbagai benda yang mereka butuhkan. Mereka menjadi sangat kaya. Namun mereka tetap tidak sombong dan makin gemar menolong. Banyak orang datang untuk meminta tolong.

Seorang pencuri mengetahui rahasia patung landak. Ia berpura-pura minta tolong dan mencuri patung itu. Pencuri membawa patung itu pulang. Desanya sedang dilanda kekeringan. Pencuri mengatakan kepada tetangga-tetangganya bahwa ia dapat mendatangkan air untuk kampung mereka.

Pencuri memohon air sambil mengusap kepala patung dan mengucapkan kalimat permintaan. Air keluar dari mulut patung. Penduduk desa itu sangat senang. Tak lama kemudian, air yang keluar sudah mencukupi kebutuhan penduduk desa, namun terus mengalir sehingga terjadi banjir. Pencuri itu tidak tahu bagaimana menghentikan air yang keluar dari patung. Penduduk desa lari menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.


Pencuri juga ingin menyelamatkan diri, namun tidak bisa menggerakkan kakinya. Ia melihat seekor landak raksasa memegangi kakinya. Akhirnya ia tenggelam dalam air yang makin lama makin tinggi. Air itu kemudian membentuk sungai yang disebut sungai Landak.
Sungai Landak berselimut kabut pagi.

Batu Menangis


Bagaikan bulan yang elok, tubuh laksana pualam, rumput terurai seperti mayang… itulah umpama yang pantas untuk gadis cantik yang tinggal bersama ibunya yang sederhana di sebuah desa terpencil itu. Semua orang akan mengakuinya saat memandang gadis itu. Tak henti-hentinya ia merias dirinya. Cermin di dinding rumahnya tak jemu meski gadis nan elok itu terus memandanginya. Namun mereka terbius kecantikan itulah si gadis ini jadi angkuh dan malas. Ia tak sadar bahwa keelokan yang dikaruniakan Tuhan itu adalah berkah yang harus disyukuri dengan kerendahan hati.
Ibu gadis ini adalah ibu yang lembut, baik hati dan bijak. Ia dengan sabar menemani gadis ini. Ia hanya berharap suatu ketika anak gadisnya menyadari betapa keelokan parasnya tak ada guna apabila hatinya angkuh. Makin sedih juga sang ibu melihat anaknya yang cantik itu juga pemalas, dan kemauannya harus selalu dituruti meskipun kadang tidak masuk akal. Tetapi sang ibu terus berusaha menuruti apa yang dikehendaki anak gadisnya itu. Di dalam harinya ia berdoa, semoga Tuhan menolong dia menyadarkan anak gadisnya itu. Ibu itu tak punya daya untuk mengubahnya.
Suatu hari, seperti biasa gadis itu mengurung dirinya di dalam kamarnya. Ia tak mau matahari merusak kulitnya. Ia enggan debu-debu mengotori wajahnya. Ia tak suka orang-orang mencuri kemolekannya.
“Ibu…!”
Gadis itu memanggil ibunya dengan suara keras.
Sang ibu tergopoh menghampiri putrinya.
“Bukankah sudah berulang kali aku bilang bahwa setiap aku bangun ibu harus sudah menata kamar ini hingga rapi, menyediakan lulur dan air hangat, dan membuatkan minuman sari buah untukku…?” katanya keras dan marah.
Ibunya berusaha sabar, “Bukankah kamu sudah dewasa, anakku. Kau bisa mengerjakan sendiri semua itu.”
“Ibu tahu sendiri, aku sedang sibuk,” jawab gadis itu.
Sang ibu hanya mengelus dada. Hatinya gelisah. Kesibukan mempercantik diri, hanya itulah yang selalu dilakukan putrinya yang pemalas itu.
Suatu hari, sang ibu mencoba untuk membujuk anaknya agar mulai mengubah tabiat buruknya.
“Ibu sudah tua, dan jika ibu dipanggil oleh Tuhan maka Ibu tak khawatir lagi engkau bisa mengurusi dirimu sendiri,” kata ibunya.
“Aku tidak minta kamu jadi ibuku,” ketus sang gadis.
Ibu sungguh sedih mendengarnya.
“Baiklah, Anakku. Ibu hanya memohon agar kamu tidak mengurung diri di rumah. Kenalilah lingkunganmu agar ibu tenang jika suatu saat dipanggil Tuhan,” ujar itu dengan penuh kesabaran.
Hari makin berlalu. Akhirnya sang gadis mau menuruti kehendak ibunya. Ia tidak keberatan untuk ke mana pun bersama ibunya. Ke kepta, ke toko, ke rumah kerabat bahkan hingga belanja ke pasar. Tapi anaknya ini mengajukan syarat bahwa ibunya tak diperbolehkan mengakui di depan umum bahwa ia ibunya. Sebagai seorang ibu tentulah hatinya teriris mendengar itu.
“Oh Tuhan, mengapa untuk mengakui aku ibunya saja dia demikian malu? Mengapa anakku seangkuh itu, ya Tuhan…”
Orang-orang benar-benar tak percaya kedua perempuan itu adalah ibu dan anaknya. Penampilan keduanya alangkah berlawanan. Si putrid begitu mewah, sementara sang ibu teramat bersahaja. Bahkan sang ibu yang tua dengan pakaian yang kusam itu bagaikan seorang pembantu saja layaknya. Apalagi sang putri tak pernah mengizinkan berada di dekatnya. Jika berjalan, sang ibu harus berada di belakangnya.
“Apakah mungkin dia ibunya?”
“Ah mungkin saja bukan?”
“Tapi…”
Orang-orang berbisik-bisik mempergunjingkan hal itu setiap bebrtemu keduanya.
“Bukan! Dia budakku,” kata gadis itu.
Alangkah terlukanya sang ibu mendengar itu. Hatinya menangis dan ia benar-benar tak berdaya menahan sakit hatinya. Ia berbisik dan memohon kepada Tuhan.
“dengan cara apa Engkau menghukum anak yang sombong dan berhati busuk seperti ini ya Tuhan? Jika dia anak kecil, hambamu pasti mampu memahaminya. Tapi ia sudah dewasa dan memiliki akal. Sungguh hamba tidak bis amengerti,” rintihnya.
Tuhan selalu mendengar jeritan hati hambanya. Apapun yang dikehendaki Tuhan pastilah suatu kebaikan. Maka ketika ia menghukum gadis yang sombong itu, maka Tuhan pasti berkehendak baik untuk umatnya.
Suatu haru gadis itu tiba-tiba berubah menjadi batu karena hatinya yang congkak dank eras. Gadis itu menyadari kesalahannya, tapi terlambat karena hukuman telah menimpanya. Ia pun hanya bisa menangis. Hingga sekarang, batu itu dikenal sebagai “Batu Menangis”.

Senin, 08 April 2013

Yayang: Di Kayong Utara Semua Orang Bersaudara

Temui Jalian, Raja Sapta Bawa Pesan OSO dan Cornelis

Yayang: Di Kayong Utara Semua Orang Bersaudara

Raja Sapta berbincang dengan Jalian di kediamannya
Sukadana – Temperatur panas Pilkada Kayong Utara masih menguapkan ketidakpuasan pasangan No. 1 Jalian-Hamdan Harun.
Untuk meredam suasana Sukadana agar tetap kondusif, Raja Sapta Sermando mendatangi kediaman Jalian di Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Selasa (2/4) pukul 09.00 WIB.
Raja Sapta tak lain dari putra pertama DR H Oesman Sapta Odang (OSO), itu membawa pesan ayahnya dan juga Gubernur Cornelis. Dapat dimaklumi, Sukadana adalah tanah kelahiran OSO dan juga masa kecil Cornelis, agar tidak rebut apalagi rusuh.
Raja Sapta yang akrab disapa Yayang, kemarin ditemani seseorang mengendarai mobil mewah warna hitam, langsung bertemu dan berbincang dengan Jalian di ruang tengah rumahnya.
Perbincangan terbuka pula buat keluarga dan sejumlah pendukung Jalian, dan terlibat aktif dalam perbincangan dengan Raja Sapta. Dan suasana pertemuan pun tampak cair, jauh dari ketegangan. Lebih terasa suasana silaturahmi yang akrab dan kekeluargaan. Satu per satu warga datang dan bersalaman dengan Yayang.
Perbincangan Raja dan Jalian lumayan lama. Tentu membahas situasi Kayong Utara pascapemilukada yang digelar 28 Maret lalu. Termasuk pula menyinggung situasi keamanan dan ketertiban yang terusik. Mereka berbincang dihadiri dan didengarkan wartawan yang duduk di ruang tamu.
Usai silaturahmi Raja Sapta Sermando dengan Jalian, tuan rumah tampaknya menerima baik kunjungan putra tokoh asal Sukadana itu. Sekitar pukul 11.00, wartawan Rakyat Kalbar menyambangi Jalian di kediamannya.
“Beliau datang bermaksud baik. Jika tidak puas dengan hasil Pemilukada, beliau minta kepada saya agar menuntut secara hukum seperti ke MK (Mahkamah Konstitusi). Yang disampaikannya itu juga merupakan pesan dari ayah beliau Bapak Oesman Sapta dan Pak Cornelis (Gubernur Kalbar),” tutur Jalian kepada Rakyat Kalbar.
Jalian membenarkan, bahwa Raja Sapta juga mempertanyakan soal isu SARA yang belakangan ini beredar marak lewat short message service (SMS). Bahkan, diakui Jalian, Raja juga melihatkan kepadanya isi SMS tersebut.
“Tegas saya katakan, bahwa isu SARA itu tidak benar. Dan itu bukan dari saya dan juga tim. Bahkan, kami juga mengecam isu yang dimainkan oleh orang tak bertanggung jawab itu. Pendukung saya memang terdiri dari berbagai etnis tetapi semuanya harmonis dan cinta damai,” ungkap Jalian.
Diakui Jalian, gerakan massa pendukungnya ke Panwaslu dan KPU beberapa hari belakangan tidak lain sebagai wujud protes dugaan kecurangan Pemilukada. Salah satunya money politic.

Semua orang Kayong bersaudara

Setelah pertemuan silaturahmi dengan Jalian, Raja Sapta Sermando mengatakan tujuannya menemui Jalian memang untuk kepentingan masyarakat Kayong Utara.
“Di Kayong Utara tidak ada orang lain, semuanya adalah saudara. Jadi kalau terjadi keributan apalagi bentrok fisik, yang rugi justru kita sendiri. Jangan sampai Kayong Utara ini seperti Paloppo yang bakar-bakaran. Kita yang rugi, sementara orang di luar sana tertawa,” tegasnya meyakinkan.
Kayong Utara, kata Yayang, adalah kampong halamannya. Dia merasa ikut bertanggung jawab jika kampungnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih, tambahnya, Kayong Utara ini daerah otonomi baru yang sedang memulai membangun.
“Menjadikan Kayong Utara tidak mudah, jadi kita semua harus berpikir dewasa sebelum bertindak. Jangan sampai ada pertikaian karena semuanya keluarga,” tutup Raja Sapta.
Sementara itu, H Hildi Hamid tetap beraktivitas seperti biasa seperti tak terusik dengan panasnya situasi politik pascapencoblosan yang memenangkan pasangannya.
Dikunjungi di kediamannya siang kemarin, Hildi terlihat ngobrol ringan bersama sejumlah timnya. Dia agak mengurangi komentar, dan hanya minta masyarakat Kayong Utara tenang dan tidak mudah terpancing isu-isu yang memperkeruh suasana.
Terkait pelaksanaan rapat pleno KPU pada hari ini, Hildi hanya mengutus tim untuk menghadiri rapat rekapitulasi penghitungan suara.

Reporter: Kamiriludin, Editor: Mohamad iQbaL

15 MENIT BERFIKIR UNTUK MENGATASI SEMUA MASALAH




Masalah adalah salah satu hal buruk yang terjadi dalam kehidupan maunusia tanpa diharapkan kehadirannya, bahkan masalah bisa datang dengan sendirinya tanpa harus anda cari. Ya, karena itulah sifat masalah, yaitu bisa datang dengan sendirinya atau harus dicari terlebih dahulu. Masalah sendiri bisa terjadi akibat harapan dan kenyataan berbeda, pada ruang perbedaan tersebut yang dinamakan masalah. 

Seseorang yang sedang menghadapi masalah biasanya akan kelihatan murung, tidak bisa berkonsentrasi, dan hal lainnya. Jika masalah tersebut sudah terlalu lama menumpuk bahkan bisa membuat anda stres atau depresi yang pada akhirnya akan mengakibatkan gangguan kejiwaan.
Kadang, kita dihadapkan terhadap sebuah masalah yang membuat kita kehilangan motivasi atau semangat. Yang lebih parah adalah saat kita menjadi pesimis dan menyerah. Yang ada tinggal keluhan, umpatan, dan hujatan yang bukan saja tidak menyelesaikan masalah, malah memperburuknya. Hal ini bisa terjadi baik pada diri sendiri maupun pada situasi yang lebih besar. Negara kita pun banyak masalah, mulai dari korupsi, kejahatan, masalah moral, kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, ketidak merataan, dan sebagainya. Banyak rakyat yang sudah mulai pesimis, mereka apatis, dan tidak lagi peduli untuk memperbaiki bangsa.
Begitu juga untuk masalah pribadi, masalah keluarga, dan masalah perusahaan. Jika kita salah menyikapinya, bisa jadi kita akan kehilangan semangat dan menyerah.
Untuk itulah kita perlu memahami bagaimana cara mengatasi masalah yang benar. Kita tidak akan membahas masalah satu persatu, sebab ruang tidak akan cukup karena masalah setiap orang akan berbeda. Dan perlu kita pahami adalah bukan masalah apa yang menimpa kita, yang terpenting adalah bagaimana cara menghadapi masalah itu dengan benar.
Disini saya coba memaparkan bagaimana cara agar kita bisa keluar dari masalah yang kita hadapi.terkadang konsep berpikir kita agak menyimpang ketika kita dihadapkan pada sebuah masalah.terkadang kita buru-buru ingin keluar dari masalah,ya itu juga tidak lah salah namun hal yang tidak kalah penting untuk kita lakukan ketika kita dalam masalah adalah meluangkan waktu untuk muhasabah atau beripikir kanapa masalah yang berlaku pada anda bisa terjadi.anda tidak perlu mengorbankan aktivitas sehari-hari anda untuk berpikir namun anda cukup meluangkan 5 menit waktu anda untuk berpikir,maka yakinlah anda pasti bisa keluar dari masalah anda.
Sebelum kita masuk pada intisari bagaimana agar kita bisa keluar dari masalah terlebih dahulu  saya ingin memperkenalkan konsep berpikir sistematis kepada anda semoga bermanfaat.
*      KONSEP BERFIKIR SISTEMATIS
Berpikir sistematis adalah suatu proses yang tidak pernah berakhir dan dapat dimulai pada usia berapa pun. Tapi mulai awal semua lebih baik untuk alasan yang jelas.
Set Bar Tinggi: Dengan setiap rintangan menyeberang Anda dapat mulai berpikir dalam langkah-langkah kecil dalam rangka untuk membuka jalan ke tujuan Anda yang lebih besar.
Berikan Pemikiran Waktu Its Karena: Pikiran pendek dapat menghasilkan solusi yang indah, tetapi tidak selalu. Dengan bisnis dan kehidupan Masalah mendapatkan lebih banyak dan lebih kompleks saat Anda bergerak lebih bawah jalan, mencari jalan keluar yang cepat dapat menjadi kesalahan besar. Keras, berpikir panjang tentang masalah dapat membuka jalan untuk informasi yang membantu.
Menentang Mitos: masalah Kompleks kadang-kadang menyebut untuk berpikir radikal. Berani untuk menentang mitos-mitos. Galileo menumbangkan keyakinan alami bahwa bumi tidak bulat. Terjadi di sekitar bumi tidak akan mengungkapkan kepada Galileo bahwa bumi itu bulat. Sebaliknya, dia memilih untuk berpikir dalam cara-cara radikal. Sepanjang sejarah, orang-orang yang telah gagal untuk menantang status quo sering terbukti salah.
Channelize Anda Pikiran: Mendokumentasikan dan merekam pikiran Anda membantu untuk meletakkan segala sesuatu dalam perspektif dan menyimpannya untuk pemeriksaan di masa depan. Banyak ide-ide dan pikiran terlintas dalam pikiran setiap orang setiap hari. Bahkan pikiran praktis layak untuk diperiksa sebelum membuang mereka. Thomas Edison mengambil beberapa tahun untuk mengembangkan bahwa bola lampu, mencoba berbagai pilihan - tapi dia tidak pernah lupa untuk merekam setiap langkah, termasuk kegagalan, yang pada akhirnya mencegah dia dari duplikasi usahanya
Bekerja Dalam Sebuah Frame Waktu: Beri diri jangka waktu tertentu dalam memecahkan suatu masalah tertentu. Jika tidak, Anda mungkin tidak akan datang sampai akhir.
Berpikir sistematis memungkinkan Anda untuk memecahkan masalah dengan datang ke praktis, solusi yang terbaik, baik dalam bisnis atau dalam kehidupan. Mengikuti langkah-langkah di atas akan memberi Anda alat yang Anda butuhkan untuk berpikir Anda dan pemecahan masalah untuk menjadi lebih efisien dan efektif.
*      KERANGKA BERFIKIR 5 WHAT
Anda mungkin sudah mengetahui mengenai 5 Why, jika Anda berada di dalam industri manufaktur ini digunakan untuk mencari root cause dari sebuah masalah yang terjadi pada anda. Adapun  5 Why fokusnya ada di what went wrong?
Dengan mengertahui akar permasalahan maka Anda akan menyesaikan masalah tersebut sampai keakarnya. Nah.. saya menawarkan kepada Anda bahwa dengan menyelesaikan masalah adalah baik, saya menawarkan konsep berpikir 5 what yaitu, berfokus kepada pemikiran dengan pemikiran what went right?
Konsep berpikir ini menawarkan kerangka berpikir seperti anak tangga, bayangkan sebuah tangga dimana tujuan akhirnya adalah apa yang Anda INGINKAN. Banyak orang tidak mencapai apapun karena mereka tidak mengetahui apa yang mereka benar-benar inginkan, banyak pengusaha yang ingin sukses tetapi mereka tidak mengetahui apa ukuran mereka sukses. Apa jadinya jika Anda ingin bangun pagi jika Anda tidak mengetahui jam berapa Anda mau bangun?
Nah.. Alam bawah sadar membantu kita dalam mencapai apapun yang kita inginkan, tetapi hanya akan berfungsi dengan baik jikalau kita MENGETAHUI apa yang benar-benar kita inginkan. Memang ada pepatah kawan terbaik kita adalah 5W+1H, adalah bagus kita berkawan baik dengan mereka, saya ingin Anda fokus kepada pertanyaan WHAT, dimana untuk kejelasan berpikir Anda perlu memperjelas apa yang Anda inginkan dan bagaimana cara mencapainya. Adapun kerangka berpikir 5 What adalah;
1. What do you really, really,really want in life?
2. What are the contradiction?
3. What are the steps?
4. What will happen if u achieve it?
5. What is your commitment to achieve it?
Pikirkan baik-baik jawab dengan sejujurnya apa yang benar-benar Anda inginkan, tidak perlu tengok kiri kanan, jawab saja, sebanyak-banyaknya, tanyakan kedalam diri sendiri; apalagi?...apalagi?...apalagi? Ini berguna menuangkan semua apa yang ada di dalam kepala Anda menjadi konsep tertulis yang jelas, jika memang Anda tidak menjalani apa yang menjadi panggilan hidup Anda, jadi bagaimana dong? Apakah Anda mau mengorbankan impian Anda? Apakah Anda mau menjual impian Anda hanya karena gaji semata? Anda perlu merenungkan ini baik-baik. Setelah Anda berhasil untuk menuliskan jawaban pertama, maka Anda perlu menjawab dengan seksama apa saja plus minusnya, dari apa yang Anda benar-benar inginkan?
Setelah Anda merincikan sebanyak-banyaknya apa plus minusnya ini memberikan Anda pertimbangan apa saja yang perlu menjadi bahan pertimbangannya? Anda mulai melihat dan merasakan dengan jelas apa saja plus minus dari hasil keputusan Anda.
Pertanyaan no 3 membawa Anda membuka langkah dan memberikan Anda gambaran langkah-langkah apa saja yang perlu Anda kerjakan untuk mencapai apa yang benar benar Anda inginkan.
Pertanyaan no 4 dengan memikirkan apa yang terjadi, ini memberikan Anda gambaran ataupun bayangan apa reward yang Anda akan terima apabila Anda mencapainya, bisa jadi uang, bisa jadi pengakuan dihargai, di hormati, atau yang lainnya.
Pertanyaan no 5 tidak akan ada hasil apabila kita tidak benar-benar komitmen terhadap keputusan kita. Nah..Anda perlu membagi jawaban Anda kepada banyak orang jika memungkinkan mengenai komitmen Anda, kenapa? Karena supaya Anda malu sendiri jika sampai diingatkan oleh orang lain untuk pencapaian Anda, apalagi jika Anda menyampaikannya dengan sepenuh hati Anda. Setelah Anda mengetahui semua ini Anda tinggal satu langkah lagi menuju keberhasilan Anda, apa itu? Mengutip pernyataan dari Albert Einstein, “Those who have the priveledge to know have the duty to act!” Semangat selalu dalam mencapai Sukses! Sukses untuk kita semua.